Digitalisasi Toko Kelontong Desa Palur Resmi Ditutup dengan Capaian Positif

Foto bersama perangkat desa, pelaku UMKM dan kelompok HIBAH MBKM UNS 2024.

Sukoharjo, 17 Desember 2024 — Kegiatan penutupan HIBAH MBKM 2024 sukses dilaksanakan di Desa Palur, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Program ini, yang melibatkan kegiatan bertajuk "Meningkatkan Kinerja Bisnis melalui Digitalisasi dan Literasi Keuangan", menjadi langkah nyata dalam inovasi digitalisasi toko kelontong menggunakan aplikasi Loyverse POS dan printer thermal. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk Sugito S.Pd sekalu Kepala Desa Palur, Dr. Mientasih Indriayu, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing, Kepala Dusun, serta pelaku UMKM setempat.

Kegiatan ini merupakan penutup dari serangkaian aktivitas yang berlangsung selama lima bulan terakhir, dimulai sejak bulan Agustus. Inovasi digitalisasi toko kelontong bertujuan untuk memberikan manfaat besar bagi masyarakat Desa Palur. "Program ini dirancang untuk membantu pembukuan toko kelontong menjadi lebih rapi serta meningkatkan efisiensi operasional," jelas Gianni Nur Fadillah, Ketua HIBAH MBKM 2024, dalam sambutannya.

Sugito, selaku Kepala Desa Palur, juga menyampaikan pernyataan yang menekankan pentingnya program ini bagi pelaku UMKM di desa tersebut. "Ya, saya kira sangat berdampak karena dari UMKM, kebanyakan belum memiliki pembukuan yang baik. Jadi, dengan adanya kegiatan dari UNS, tentu akan lebih memajukan pedagang UMKM untuk melakukan pembukuan dan mengetahui alur keuangan yang dimilikinya," ujarnya.

Penutupan kegiatan HIBAH MBKM 2024 ini berlangsung secara khidmat, sebagai bagian dari program bertajuk "Meningkatkan Kinerja Bisnis melalui Digitalisasi dan Literasi Keuangan", yang ditandai dengan pemberian pelakat kepada kepala desa, kepala dusun, dan perwakilan UMKM yang telah mendukung program ini.

Sebagai bagian dari program ini, mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) membagi tugas pendampingan toko kelontong dengan mengajarkan penggunaan aplikasi Loyverse POS. Pendekatan ini melibatkan pelatihan pencatatan stok opname secara digital serta penggunaan printer thermal untuk mempermudah pembuatan kuitansi. Metode ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam tata kelola usaha kecil di desa tersebut.

Ketua HIBAH MBKM 2024, Gianni Nur Fadillah, menambahkan, "Kami berharap toko kelontong di Desa Palur Kulon dapat memanfaatkan ilmu yang kami berikan, sehingga pembukuan menjadi lebih rapi dan stok opname lebih tertata. Semoga proses digitalisasi ini terus berlanjut di masa mendatang."

Dengan berakhirnya program HIBAH MBKM 2024 ini, Desa Palur mencatatkan pencapaian positif dalam transformasi digital untuk UMKM. Program ini tidak hanya memberikan solusi inovatif dalam tata kelola usaha kecil tetapi juga memperkuat kolaborasi antara universitas dan masyarakat. Hal ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa lain yang ingin mengadopsi digitalisasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. Desa Palur juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program-program serupa di masa depan.

Sebagai penutup, Sugito menyampaikan, "Di Desa Palur, kami sangat terbuka dengan kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh dosen-dosen dari UNS. Dengan berbagai fakultas yang terlibat, manfaatnya sangat besar karena pengetahuan dan teknologi akan semakin berkembang di sini."